Kala Senja
Posted by : Unknown
on 11:49 AM
Dingin menusuk tulang.
Senja ini, kabut menyelimuti gunung
menjulang tinggi itu sementara sakit dan duka menyelimutiku saat ini.
Yaa..Burung-burung
itu pun kembali ke peraduannya masing-masing, dan ku masih terpana memandang
langit senja kala itu. Surya mulai malu menampakkan dirinya padaku, sementara
itu boneka tuhan masih saja sibuk dengan titah mereka masing-masing.
mmm… sosok itu, mengingatkan aku pada ayah. Sedang apa beliau disana, sudah lama aku tidak
melihat wajahnya, sudah lama diriku tidak berceloteh dengannya.
mmm…IBu, tiga huruf yang terpatri dalam jiwa, yang selalu
meluruskan niat, memberi arah tuk ku melangkah
memberi semangat saat payah. Aku rindu
pada kalian.
Sejenak aku melihat
sebuah keluarga mini yang begitu sejuk di pandang mata, seorang bapak yang
sedang memakaikan peci kepada anak laki-lakinya seraya membetulkan lipatan
sarung yang dipakainya, sang ibupun sedang menyiram bunga dihalaman rumahnya.
Mereka berdua berpamitan untuk memenuhi panggilan tuhan..
Masjid Al-wustha, disinilah aku sering menghabiskan waktu
senjaku menunggu panggilan sang pencipta, melihat langit senja dari bawah
menara sambil mentakrir hafalanku.
‘’sudah wudhu nak ? (aku
tersentak) Tanya seorang ibu paruh baya padaku. ‘’Oh, belum buk,’’.ujarku. ‘’yuk, sebentar lagi azan ’’ kata sang ibu seraya pergi meninggalkanku.
Ibu marlina, panggilan akrabku padanya. Aku sering
melihatnya disini menghabiskan waktu magrib dan isya bersama para jamaah
perempuan lainnya.
Dan saatnya aku beranjak pergi dari tempat dudukku sekarang,
muazzin dengan lantang berkumandang dan akupun tidak ingin tertinggal darinya, karena
sajadah panjang telah menantiku.
@uncertainty,
Jeulingke 2011
Labels: Senja di Menara wustha 0 Comments
Aku kembali...
Posted by : Unknown
on 8:19 PM
Akhirnya aku
kembali menemukan mutiara hatiku ini yang telah lama terkubur oleh karamnya
lautan. Aku lelah terus begini, meminta ragaku untuk berbuat sesuatu yang tidak
sesuai dengan nuraniku. Engkau yang raja pemilik hati dan jiwa ini, yang berdada
lapang, yang setia mengulurkan kasih sayang dan rahmat yang tiada henti untuk
diriku..
![]() |
Kini, aku kembali
berkeluh padamu, entah sudah yang keberapa kalinya aku begini .Disini…tetap
pada harapanku semula, namun kini harapan dan doa ini ku lebihkan, dan semoga Engkau
tidak memarahiku.
at 19.35 pm
Lingke, Mei 30,2012
Labels: Galau nite 0 Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
Follow Us
Jejak Jawara Slideshow: Dewi’s trip from Medan, Sumatra, Indonesia to 4 cities Seoul, Palembang, Banda Aceh and Seol-dong (near Janghowon, Korea Selatan) was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


Recent Comments